DI LUAR DUGAAN !!! Asam Urat Akut Sirna dengan Pepaya Muda & Kelapa Muda, Begini Resepnya, Pengidap asam urat

DI LUAR DUGAAN !!! Asam Urat Akut Sirna dengan Pepaya Muda & Kelapa Muda, Begini Resepnya, Pengidap asam urat wajib membaca..((semoga artikel ini bermanfaat))

Ramuan tersebut disini resep yang paling manjur untuk asam urat, yang biasanya kerap sakit di sekitaran persendian. Langkah memasaknya mudah demikian perihal sebagian bahan yang mudah didapat. Hanya saja prasyaratnya tak dapat menggunakan alat yang terbuat dari alumunium, sebab di kuatirkan akan unsur kimia yang dikandung alumunium dapat beracun karena bahan herbal/alami mesti dihindarkan dari logam aluminium. Apa saja bisa digunakan seandainya bukanlah alumunium.

Beberapa bahan alami yang diperlukan salah

 
satunya :

1. 1/2 buah pepaya muda
2. Bubuk teh (merk bebas)
3. 1 buah kelapa muda

Cara membuatnya yakni :

1/2 buah pepaya muda buang semua bijinya, namun jangan sampai buang kulitnya. Potong-potong lalu masukan ke wadah, tuangkan 4 mangkuk air (sekitaran 800 ml), masak hingga mendidih. Setelah mendidih, kecilkan api kompor, masak lagi sepanjang 3 menit. Lalu matikan api kompor.

Bubuhi 1 sendok makan daun teh (teh bubuk juga dapat, teh apa saja). Biarkanlah kurang lebih 30 menit, lalu saring airnya, campur dengan 1 buah air kelapa muda segar. Minum airnya, butuhkan dalam sehari. Teh pepaya muda air kelapa ini jangan sampai dimasukkan ke almari pendingin, harus di habiskan dalam satu hari.

http://www.bizamedia.com/2016/02/di-luar-dugaan-asam-urat-akut-sirna.html

Iklan

Tikus Sepanjang 1,2 Meter Ditemukan di Taman Bermain

Tikus menyeramkan sepanjang 1,2 meter ditemukan di sebuah taman bermain di London dan itu merupakan mimpi buruk.

Tikus Sepanjang 1,2 Meter Ditemukan di Taman BermainTikus raksasa ditemukan oleh Tony Smith dan temannya James Hijau. (SWNS)

Tikus menyeramkan sepanjang 1,2 meter ditemukan di sebuah taman bermain di London dan itu merupakan mimpi buruk.  Insinyur Tony Smith menemukan mayat tikus seberat 11 kilogram itu ketika sedang bekerja di pemukiman Hackney, London Timur. Tony mengatakan, tikus monster itu terbaring di taman bermain dekat jalur kereta api Hackney Downs.

(Baca : Benarkah Tikus Suka Keju?)

“Ini merupakan tikus terbesar yang pernah saya lihat di sepanjang hidup saya. Di rumah, saya memiliki kucing. Tikus ini jauh lebih besar dari dua gabungan kucing yang saya punya. Bayangkan, panjangnya sekitar 1,2 meter,” papar Tony takjub.

Pria berusia 46 tahun ini mengatakan, awlanya ia ingin langsung membuangnya ke tempat sampah. Namun, lebih baik jika memotretnya terlebih dahulu agar orang-orang percaya jika ada tikus raksasa. Tony mengatakan, karena tempat sampah selalu terbukan, maka ada kemungkinan tikus-tikus itu mendapat makanan yang cukup sehingga tubuhnya besar.

(Baca pula : Tradisi Makan Tikus di India)

Selain itu, ukuran raksasa itu bisa saja terjadi akibat adanya peringatan untuk mengurangi racun penyebab hama di lingkungan setempat. Dengan begitu, tikus-tikus menjadi kebal pada racun tikus biasa dan perkembangan mereka tumbuh dengan pesat.

(Gita Laras Widyaningrum/ Metro.co.uk via Intisari-Online.com)

Ilha da Queimada Grande, Pulau Penuh Ular di Brasil

Ilha da Queimada Grande di Brasil disebut-sebut sebagai pulau paling mematikan di dunia karena populasi ularnya yang terlampau tinggi.

Ilha da Queimada Grande, Pulau Penuh Ular di BrasilIlha da Queimada Grande (Prefeitura Municipal de Itanhaem/Wikimedia Commons)

Dari air terjun Iguazu hingga Taman Nasional Lençóis Maranhenses, ada banyak tempat indah di Brasil. Ilha da Queimada Grande, sebuah pulau yang terletak sekitar 90 mil dari kota Sao Paulo, sekilas tampak seperti salah satu tempat indah di negara itu. Hampir semua penduduk Brasil mengetahui pulau tersebut, tapi kebanyakan dari mereka tak pernah bermimpi untuk pergi kesana. Sebab, pulau itu dihuni oleh sekitar 2.000-4.000 golden lancehead viper (Bothrops insularis), salah satu jenis ular paling mematikan di dunia.

Racun ular ini dapat membunuh manusia dalam waktu kurang dari satu jam. Banyak legenda lokal menceritakan nasib mengerikan yang menunggu siapa pun yang berani berjalan ke pantai “Pulau Ular” tersebut. Sebuah rumor yang beredar luas mengisahkan seorang nelayan malang yang mendarat di pulau tersebut untuk mencari pisang. Sehari kemudian, ia ditemukan tewas di perahu, dengan banyak gigitan ular di tubuhnya. Dari tahun 1909 hingga 1920-an, beberapa orang pernah tinggal di pulau tersebut, untuk membangun mercusuar. Namun menurut kisah lokal lain, penjaga percusuar terakhir dan seluruh keluarganya tewas ketika sekelompok ular merayap masuk ke dalam rumah melalui jendela.

Meskipun ada beberapa orang yang mengklaim bahwa ular-ular tersebut ditempatkan di pulau itu oleh bajak laut untuk melindungi emas mereka, kenyataannya populasi ular yang padat di pulau itu sudah berkembang selama ribuan tahun tanpa campur tangan manusia. Sekitar 11.000 tahun lalu, permukaan air laut naik cukup tinggi sehingga mengisolasi llha da Queimada Grande dari daratan Brasil. Itu menyebabkan spesies ular yang hidup di pulau—diduga sebagai ular jararaca—mengalami evolusi dengan cara berbeda dengan saudara-saudara mereka di daratan utama.

Ular-ular yang terdampar di Queimada Grande tidak memiliki predator di atas permukaan tanah, sehingga mereka dapat bereproduksi dengan cepat. Tapi, mereka juga tidak memiliki mangsa di permukaan tanah. Untuk menemukan makanan, mereka memangsa burung migran yang mengunjungi pulau selama penerbangan panjang.

Seringkali, ular-ular itu mengintai mangsanya, menggigit, dan menunggu hingga racun bekerja sebelum menelusuri jejak mangsa kembali. Tetapi ular jenis golden lancehead viper tidak mampu menelusuri mangsa yang sudah ia gigit. Jadi kemudian mereka mengembangkan racun yang efisien, sekitar tiga atau lima kali lebih kuat dibanding ular-ular lainnya sehingga dapat membunuh sebagian besar mangsa termasuk manusia dalam waktu singkat.

Karena bahaya, pemerintah Brasil mengontrol secara ketat kunjungan ke Queimada Grande. Bahkan tanpa larangan pemerintah sekalipun, Ilha da Queimada Grande mungkin tidak akan menjadi tujuan wisata top, sebab konsentrasi ular di pulau itu terlalu tinggi. Peneliti memperkirakan bahwa ada satu sampai lima ular dalam setiap satu meter persegi di beberapa titik di pulau itu. Satu gigitan dari golden lancehead viper bisa membunuh manusia dalam waktu kurang dari satu jam. Bisa ular tersebut dapat menyebabkan gagal ginjal, nekrosis jaringan otot, pendarahan otak dan pendarahan usus.

Pemerintah Brasil mengharuskan dokter hadir pada setiap kunjungan yang resmi secara hukum. Angkatan Laut Brasil tidak pernah berhenti di pulau tersebut untuk pemeliharaan mercusuar tahunan, yang sejak tahun 1920-an telah disetel menjadi otomatis. Pulau ini juga merupakan laboratorium penting bagi ahli biologi dan peneliti. Mereka diberi izin khusus mengunjungi pulau tersebut untuk mempelajari golden lancehead viper.

Sekitar 90 persen kasus gigitan ular di Brasil berasal dari ular dari genus Bothrop. Ahli biologi berharap dengan mempelajari golden lancehead viper dan evolusinya, mereka dapat memahami genus Bothrop secara keseluruhan dan mengobati secara efektif kecelakaan yang berhubungan dengan ular di seluruh Brasil.

Beberapa ilmuwan juga berpikir bahwa bisa ular bisa menjadi alat yang berguna dalam obat-obatan.

Dalam sebuah wawancara dengan Vice, Marcelo Duarte, seorang ilmuwan Butantan Institute Brasil yang mempelajari reptil berbisa untuk keperluan farmasi, mengungkapkan kegunaan golden lancehead viper di bidang medis.

“Bisa dari golden lancehead viper menunjukkan tanda-tanda menjanjikan dalam membantu pengobatan penyakit jantung, sirkulasi dan pembekuan darah. Bisa ular dari spesies lain juga telah menunjukkan potensi sebagai obat anti kanker.

Karena tingginya permintaan pasar gelap oleh para ilmuwan dan kolektor hewan, penyelundup satwa liar kerap kali mengunjungi  pulau tersebut. Mereka menangkap ular dan menjualnya melalui jalur ilegal. Seekor golden lancehead viper bisa dijual seharga 10.000-30.000 dolar AS.

Degradasi habitat dan penyakit juga turut andil terhadap kerusakan populasi ular di pulau tersebut. Selama 15 tahun terakhir, populasi ular di sana telah menyusut hingga hampir 50 persen. golden lancehead viper saat ini masuk ke dalam daftar merah hewan terancam punah IUCN.

(Lutfi Fauziah/Smithsonian Mag)

Mengapa Doa Musa yang Mengancam Dikabulkan Tuhan?

 Mon April 4th, 2016
 672

Mengapa Doa Musa yang Mengancam Dikabulkan Tuhan? Sumber : Jawaban.com

Ada sebuah kisah tentang seorang antropolog yang melakukan percobaan pada anak-anak di Afrika. Anak-anak ini diminta untuk lomba lari menuju sebuah pohon. Di bawah pohon itu ditaruh sebuah keranjang yang berisi banyak buah dan anak yang menang dari perlombaan itu akan mendapatkan seluruh isi keranjang buah tersebut.

Hal yang mengejutkan si antropolog ini adalah ketika perlombaan dimulai anak-anak ini serempak bergandengan tangan dan lari bersama-sama menuju keranjang buah tersebut. Setibanya mereka di bawah pohon, mereka membagi dan menikmati buah di dalam keranjang tersebut bersama-sama. Sang antropolog bertanya, “Bukankah jika kalian melakukannya sendiri maka yang menang akan dapat menikmati lebih banyak buah ketimbang kalian harus membagi untuk dimakan bersama-sama?” Mereka menjawab: “Ubuntu: Bagaimana kami dapat bersukacita kalau salah satu dari antara kami ada yang bersedih?” Ubuntu dalam bahasa Afrika artinya I am because we are (saya menjadi seperti sekarang ini karena kami ada). Mereka mengerti bahwa hal-hal yang baik itu bukan untuk dinikmati sendiri melainkan untuk dinikmati bersama.

Hal menjadi seperti pesan penting bagi kita yang berpikir kesuksesan adalah karena hasil usaha kita sendiri. Posisi, gelar, jabatan, yang kita miliki sekarang adalah hasil usaha sendiri. Bahkan kita bawa pula sikap ini ke gereja. Kita pikir kita paling memuliakan Tuhan kalau kita lebih baik dari orang lain, kalau kita menjadi nomor satu. Tetapi ini memuliakan Tuhan atau memuliakan diri?

Dalam bagian kitab Keluaran yang kita baca, konteksnya adalah persis setelah Musa menerima 10 perintah Allah dalam bentuk loh batu, bangsa Israel melanggar perintah Allah yang pertama: Jangan ada padamu allah lain dari pada-Ku dan jangan menyembah berhala. Mereka membuat anak lembu emas dan menyembahnya. Tuhan murka, 3000 orang mati. Setelah itu murka Tuhan surut.

Setelah semuanya selesai, Musa bukan tipe orang yang setelah selesai menghukum lalu puas. Musa justru ingin mengadakan pendamaian bagi mereka. Musa adalah tipologi dari Yesus Kristus dalam Perjanjian Lama. Kristus mewakili umat-Nya menanggung dosa mereka, Musa pun mengadakan pendamaian bagi dosa bangsa Israel. Musa berkata pada Tuhan, “bangsa ini dosanya besar karena mereka telah membuat anak lembu emas menggantikan Allah, tetapi kiranya Tuhan sekarang berkenan mengampuni dosa mereka.” Kalimat Musa belum selesai. Musa separuh ‘mengancam’, “jika tidak hapuskanlah namaku dari kitab yang pernah Engkau tulis itu”.

Bangsa Israel bukan satu dua kali berbuat dosa, bangsa Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk, keras kepala, tidak mau taat pada tuannya. Musa memimpin 1 juta orang seperti ini. Waktu orang Israel sudah dipimpin keluar dari Mesir, di padang gurun mereka bersungut-sungut. Kali lain lagi mereka mengatakan bahwa mereka lebih senang di Mesir meskipun diperbudak. Terhadap bangsa yang seperti ini Musa justru berkata, “Jika Tuhan tidak mau mengampuni mereka maka hapuskanlah namaku”, Musa memilih bangsa Israel yang selamat. Pemimpin model apa Musa ini? Tetapi jawaban Tuhan konsisten, yang bersalah dialah yang harus dihukum. Musa menjadi gambaran Tuhan Yesus Kristus yang mati untuk menanggung dosa kita padahal Ia tidak bersalah. Ia rela dipaku diatas kayu salib demi kita orang-orang yang tidak layak. Ketika Tuhan Yesus mau ditangkap di taman Getsemani, Yesus maju menyerahkan Diri-Nya. Yesus pasang badan melindungi murid-murid-Nya.

Allah berkata pada Musa bahwa suatu saat bangsa Israel akan menerima hukuman mereka. Tuhan tahu isi hati Musa yang membawa bangsa Israel keluar. Waktu Musa menjadi pangeran di Mesir dan Musa melihat orang Ibrani diperlakukan tidak berperikemanusiaan oleh mandor Mesir, Musa membunuh mandor ini. Musa mencintai umat Tuhan. Membunuh itu dosa tetapi hati Musa begitu mencintai umat Tuhan hingga ia dipakai Tuhan memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir.

Di masa saat ini, kita juga akan menemukan jemaat gereja yang serupa seperti bangsa Israel: menjengkelkan, aneh dan sulit diberi masukan. Ada juga orang yang bertahun-tahun sulit melepaskan dosanya. Tetapi bukannya sabar seperti teladan Musa, kita seringnya memilih menyerah dan berpikir perjuangan itu hanya membuang-buang waktu, tenaga dan perasaan. Kita seringkali masa bodoh kepada saudara kita yang berdosa apalagi pada mereka yang sudah merugikan kita.

Sementara saat membaca kisah perjuangan Musa, ia tidak menjadi jemaat biasa saja tetapi ia bersedia memimpin bangsa Israel. Ketika Musa melihat sifat bangsa Israel yang brengsek, Musa tidak meninggalkan mereka. Ia malah mau berkorban karena mereka adalah umat Tuhan.

Dalam Keluaran 20 dituliskan, “Akulah yang menuntun umat-Ku keluar dari Mesir”. Namun sekarang di bagian ini Tuhan mengatakan, “Bangsa yang engkau (Musa) pimpin keluar dari Mesir”. Tuhan itu kudus, Ia tidak tahan jika ada umat-Nya yang tidak kudus. Tetapi Tuhan tetap mengingat perjanjian-Nya kepada Abraham, Ishak dan Yakub. Mereka akan tetap masuk ke dalam tanah Perjanjian tetapi Tuhan berkata bahwa Ia tidak akan berjalan di tengah-tengah mereka karena mereka adalah bangsa yang tegar tengkuk. Berkat dan kutuk Tuhan nyatakan dalam 1 kalimat. Berkatnya adalah mereka akan masuk ke negeri yang penuh susu dan madu tetapi Ia tidak akan menyertai mereka!

Mendengar ancaman yang mengerikan ini dalam ayat 4 bangsa Israel berkabung. Mereka tidak mau memakai perhiasan. Itu belum cukup. Tuhan mengulang lagi, “Kamu adalah bangsa yang tegar tengkuk, kalau Aku berjalan di tengah-tengah kamu sesaat saja, Aku akan membinasakan kamu. Tinggalkan perhiasanmu, Aku akan melihat apa yang akan Kulakukan.” Sejak itu mereka tidak pernah lagi memakai perhiasan (ayat 6). Mereka takut karena Tuhan tidak mau menyertai mereka. Mereka mengerti satu hal yaitu percuma kita dapat semua berkat Tuhan tetapi Tuhan tidak mau menyertai. Ini adalah kecelakaan paling besar. Jika Tuhan melepaskan kita untuk melakukan apa yang kita mau, celakalah kita. Mungkin Tuhan menegur kita melalui orang-orang di sekitar kita, berbahagialah jika Tuhan masih mau memakai orang lain untuk menyatakan kesalahan kita. Betapa mengerikan jika Tuhan sudah tidak mengakui kita sebagai umat-Nya lagi.

Saat hidup kita makin lama makin makmur, berhati-hatilah! Apakah Tuhan masih menyertai kita? Apakah kita peka akan hal ini? Saat kita makin sibuk mungkin kita makin lupa untuk membaca Alkitab dan berdoa. Kita makin menjauh dari Tuhan dan merasa biasa. Saat itu kekayaan kita bertambah tetapi Tuhan tidak menyertai kita. Lebih baik kita miskin, di padang gurun, tetapi Tuhan menyertai kita daripada kita hidup makmur, masuk negeri yang penuh susu dan madu tetapi Tuhan tidak menyertai.

Hati bangsa Israel mulai berbalik kepada Tuhan. Musa membuat kemah sementara dimana Musa akan bertemu dengan Tuhan dan dimana orang Israel dapat mencari Tuhan diluar perkemahan. Tidak seperti kita sekarang, kita dapat berdoa kepada Tuhan dimana saja dan kapan saja. Bangsa Israel kembali sujud di hadapan Allah dan taat kembali. Musa berbicara dengan Tuhan berhadapan muka dengan muka seperti seorang yang bicara kepada teman. Ini adalah semacam Christophany, yaitu Kristus menampakkan Diri dalam Perjanjian Lama karena tidak ada seorang pun yang dapat melihat Tuhan kecuali Anak Tunggal Allah. Jika Musa bisa melihat Tuhan ini pasti karena Kristus yang belum berinkarnasi menjadi manusia, Ia mengambil bentuk yang dapat dilihat dan Ia bercakap-cakap dengan Musa. Musa meminta Tuhan untuk memberitahukan jalan-Nya supaya ia mengenal Tuhan dan mendapat kasih karunia. Musa juga meminta Tuhan mengingat kalau bangsa Israel itu adalah umat-Nya. Tuhan sudah tidak mau menyertai umat-Nya tetapi Musa meminta lagi akan hal ini. Musa tidak bisa berbahagia kalau bangsa Israel yang lain bersedih seperti anak-anak Afrika yang tidak bisa menikmati keranjang buah mereka sendirian.

Musa berkata “Jika Engkau tidak mau membimbing kami, jangan suruh kami berangkat dari sini.” Musa konsisten, Ia tidak memikirkan dirinya sendiri. Doa Bapa kami pun mengajarkan hal ini. Musa meminta penyertaan Tuhan untuk seluruh bangsa Israel. Waktu Tuhan menyelamatkan kita jangan senang jika hanya kita yang selamat. Kekristenan bukan bicara berkat Tuhan hanya pada diri sendiri. Kita menjadi satu dengan umat Tuhan. Kita satu tubuh.

Tuhan melihat doa Musa sesuai dengan isi hati Tuhan (ayat 17) maka Tuhan mengabulkannya. Musa mendapat kasih karunia Tuhan dan Musa menggunakan kesempatan ini supaya Tuhan mengingat seluruh umat Tuhan yang lainnya. Dan Tuhan menjawab doa Musa. Bukan hanya itu, Musa meminta untuk melihat kemuliaan Tuhan. Musa menerima jawaban Tuhan atas doanya yaitu pada saat transfigurasi. Musa melihat kemuliaan Tuhan dan ia mendapat bagiannya yang kekal.

Ada dua hal dalam diri Musa, yaitu pertama, ia tidak memikirkan kepentingan pribadinya sendiri melainkan mengutamakan kepentingan umat Tuhan. Kedua, ia hanya mau melihat kemuliaan Tuhan. Ini kerinduan Musa.

Sebagai umat Tuhan dalam gereja, apakah kita peduli kepentingan umat Tuhan dan apakah kita dalam hidup ini hanya mau mencari kemuliaan Tuhan saja? Jika kita mau doa kita dijawab oleh Tuhan, doakanlah hal ini.

Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik di sini.

Sumber : Grii-ngagel.org/jawaban.com/ls

Filosofi Cecak

 Tue April 5th, 2016
 319

Filosofi Cecak Sumber : cerita-motivasi-terbaik.blogspot.com

Sudah pernah mendengar filosofi cecak? Mungkin agak sedikit terdengar aneh bukan? Kita mungkin hanya terlalu familiar dengan lagu ‘cecak di dinding’.

Mari cermati penggalan lirik ini:“Cecak-cecak di dinding diam-diam merayap. Datang seekor nyamuk… Hap! Lalu ditangkap…”

Lagu ini terkesan biasa saja, bahkan diperuntukkan bagi anak kecil, tetapi pernahkah kita berpikir bahwa cecak adalah seekor binatang yang merayap di dinding, ia tidak bisa terbang tetapi kenapa justru makanan utamanya adalah nyamuk, si kecil dan lincah yang dapat terbang ke mana-mana.

Cecak memang tidak bisa terbang, tetapi Allah membekalinya dengan kesabaran dan ketekunan agar ia mampu untuk diam-diam merayap menangkap nyamuk. Allah tidak membiarkan cecak mati dalam kelemahannya karena tidak bisa menangkap nyamuk. Keterbatasan sang cecak yang tidak bisa terbang, tidak serta merta berarti bahwa ia tidak bisa menangkap nyamuk yang bisa terbang.

Sama seperti cecak, tidak ada manusia yang sempurna. Setiap kita memiliki kekurangan masing-masing. Namun apakah dengan kekurangan itu kita dapat berdiam diri dan mengeluh? Mari belajarlah dari filosofi cecak bahwa di tengah-tengah kelemahannya yang tidak bisa terbang Allah memberikannya kemampuan untuk menangkap nyamuk yang bisa terbang.

Demikian juga manusia. Allah tidak memberikan kita kelemahan agar kita menyerah. Paulus sebagai seorang rasul pun tidak luput dari kelemahan, tetapi di saat ia mengeluh Tuhan berkata “Tetapi jawab Tuhan kepadaku: ‘Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.’ Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku (2 Korintus 19:9)”. Ada maksud baik yang Tuhan rencanakan di balik kelemahan kita, yaitu supaya kuasa Kristus menjadi sempurna di dalam kelemahan kita.

Lalu, selain kelemahan, Tuhan juga memberikan kita kekuatan. Mungkin yang kita butuhkan adalah kembali mengenal diri untuk menemukan kemampuan apa yang Allah berikan bagi kita. Marilah kita bersyukur kepada Tuhan atas kelemahan dan kekuatan yang Dia anugerahkan kepada kita, karena semuanya itu adalah untuk kebaikan kita.

Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik di sini.

Sumber : Warungsateku.com/jawaban.com/ls

Macan Bernyali Tikus

 Thu March 31st, 2016

Cerita lama dari India, menceritakan tentang tikus yang ketakutan karena melihat seekor kucing itu sebabnya tikus tersebut pergi kepada tukang sihir untuk menyulapnya menjadi kucing. Setelah tikus tersebut jadi kucing, kembali lagi ia dicekam rasa takut karena melihat anjing. Maka segera saja ia kembali ke tukang sihir dan minta mengubahnya menjadi anjing. Setelah jadi anjing, lagi-lagi ia takut letika bertemu macan dan minta kepada tukang sihir untuk mengubahnya menjadi macan. Tetapi ketika ia datang lagi dengan keluhan bahwa ia bertemu dengan pemburu, si tukang sihir menolak membantu lagi, “Akan saya ubah kamu jagi tikus lagi, sebab sekalipun badanmu macan, tapi nyalimu masih tetap bernyali tikus.”

Ketika kita percaya kepada Yesus, kita diubah menjadi manusia baru. Hanya sayang, kita seperti cerita klasik tersebut. Kita mengaku sudah menjadi manusia baru, tapi nyali kita tidak baru. Daripada mengijinkan Kristus menguasai kehidupan kita, kita lebih mengijinkan ketakutan berkuasa dalam diri kita. Bukan iman, tapi rasa khawatir. Bukan keberanian, tapi rasa cemas. Tak heran sukacita kita padam. Tak ada senyum, tak ada keceriaan. Sebaliknya, kegelisahan dan ketakutanlah yang terpancar dari hidup kita.

Seandainya kita memiliki nyali Kristus, tentu kita bisa bersukacita dalam segala keadaan. Paulus memiliki nyali Kristus, itu sebabnya penjara tak bisa membendung sukacitanya. Demikian juga situasi dan kondisi yang paling buruk sekalipun tak akan pernah bisa memadamkan sukacita kita, seandainya kita memiliki nyali Kristus. Sungguh ironis kalau kita mengaku sebagai anak Tuhan tetapi tak mampu lagi bersukacita karena situasi dan keadaan yang menantang kita.

Bukankah seharusnya kita berani menghadapi setiap tantangan hidup dengan sukacita dan optimis? Kalau kita tidak bisa tersenyum di tengah tantangan hidup, itu sama halnya seperti seekor macan yang bernyali tikus.

Sumber : Renunganspirit/Jawaban.com/em

Keindahan yang tidak akan dipendam selamanya

Posted by : Rosza Lina …

Foto Samuel Giay di kono Papua Barat


PacePapushare, Galeri Indah – Tak dapat menimpan keinginan itu untuk bangkit melawan, Bendera Bintang Kejora di kano Papua Barat.


Negara menganggap menampilkan bendera ini cari hukuman penjara 15 tahun, dan itulah yang terjadi di Tanah Papua, padahal berbicara ditanah leluhur sendiri.


Gambar- gambar berbau bintang kejorapun terkadang mereka menangkap dan meniksa juga dikurung disel dan tidur disana.

Negara menganggap juga Papua merdeka adalah teroris dan segelincir orang, namun itu semua karena hanya menutupi kasus demi kasus yang negara lakukan di Tanah Papua.

Jangan takut bicara kebenaran, Jangan menyangkal dirimu, Jangan biarkan mereka melakukan semaunya, Jangan diam, Jangan menunggu menerima, Lakukan sesuatu untuk ras dan budayamu. ‪#‎SavePapua (RS)