Rick Wakeman – KORG Kronos, Preparing for the US AWR Tour — Music of Our Heart

I thought fellow Rick Wakeman, ARW and Yes fans might find this video of interest. I love Rick Wakeman’s wit. The Kronos sounds spectacular. Is it October 21st yet?😉

melalui Rick Wakeman – KORG Kronos, Preparing for the US AWR Tour — Music of Our Heart

Iklan

The Wonder of You: Elvis Presley with the Royal Philharmonic Orchestra — Music of Our Heart

Ever since we visited Graceland in Memphis, Tennessee last year I have a newfound respect for Elvis Presley. He is the man who changed the course of popular music as the biggest selling solo artist in music history (having sold an astonishing one billion records worldwide!). A new Elvis Presley Album, The Wonder Of You: […]

melalui The Wonder of You: Elvis Presley with the Royal Philharmonic Orchestra — Music of Our Heart

10 Guilty-Pleasure Erotic Thrillers — Flavorwire

Happy anniversary to Adrian Lyne’s Fatal Attraction, which premiered on this day back in 1987 in all its over-the-top glory. The expression “bunny boiler” was created thanks to Lyne’s erotic thriller, which at times is more absurd than sexy — but no one can deny the insanity of Glenn Close’s unhinged performance as the one-night-stand…

melalui 10 Guilty-Pleasure Erotic Thrillers — Flavorwire

Jane’s Addiction: “Love and Friendship” and “Eligible” Take On Austen’s Snarkier Side — Flavorwire

Welcome to Jane’s Addiction, a monthly column on the ever-expanding canon of Austen-inspired art. From adaptations to critical works to re-releases of her novels, our Austenmania goes far, far deeper than Colin Firth as Mr. Darcy dove into that fish pond. You know what we’re talking about. Jane Austen had a gift for delivering brutal assessments of her own…

melalui Jane’s Addiction: “Love and Friendship” and “Eligible” Take On Austen’s Snarkier Side — Flavorwire

SEKILAS TENTANG SUKU MOI DI KABUPATEN JAYAPURA.

#CuLTuRe

SEKILAS TENTANG SUKU MOI DI KABUPATEN JAYAPURA.

Mungkin sebagian dari teman-teman selama ini hanya tahu Suku Moi adalah penduduk asli kota Sorong di Wilayah Kepala Burung Tanah Papua.
Ternyata jauh di ufuk paling timur tepatnya di Kabupaten Jayapura ada juga salah satu suku yg bernama sama.
Suku Moi di Kabupaten Jayapura bermukim di distrik Sentani Barat Moi & satu kampung di Distrik Depapre.
Moi menurut suku yg punya Tanah Ulayat di Kaki Pegunungan Cycloops sebelah Barat Kota Sentani ini adalah Orang Asli yang berkulit hitam.Panggilan Moi ini juga bisa dipakai buat suku-suku penduduk asli Papua lainnya.Sedangkan kaum pendatang mereka sebut Ambre.
Kampung-kampung dari Suku Moi adalah Sabron,Dusai,Waibron dan Maribu,dan satu lagi diapit oleh kota Distrik Depapre dan Tablanusu yaitu Kampung Kendate di tepi Samudera Pasifik.
Meski tinggal diapit oleh Suku Sentani dan Suku Tebra (Tanah Merah),bahasa Suku Moi lebih mirip dengan bahasa Nimboran (Genyem) & Kemtuk Gresi.
Teman-teman kalau melakukan perjalanan dari Sentani -Depapre akan melalui kampung-kampung suku Moi yang hasil pertaniannya melimpah karena lahan subur dilalui Sungai Armo yg melangalir dari pegunungan Cycloops sampai ke Kampung Bukisi di wilayah Demta.
Kalo Orang Sentani menyebut Gunung Cycloops Dafonsoro.Orang Moi menyebutnya Dubun.
Marga-marga besar suku Moi sbb :

Dari Kampung Sabron : YABOISEMBUT,AYAKEDING,BANO
Dari Kampung Waibron : DONE,SYET ,SAMONSABRA,BOIKAWAY,YEUW
Dari kampung Maribu : ANDATU,TONGGROITOU,BONYADONE,NASENDI,UTBETE,SAMTAY,KLEMBIAB.

Nah,teman-teman kalau kebetulan mampir disana ,sapa mereka dengan salam Suku Yaitu : Tao’op.
Kata Tao’op ini juga bisa dipakai juga untuk sesuatu benda atau apa saja yg tampak /kwalitasnya bagus.
Dambu Kabrai adalah semboyan dari Suku Moi yg artinya SATU HATI (sepakat).
Misalnya pada saat melakukan pemilihan kepala Desa atau mengambil keputusan.
Kalo semua sepkat mereka langsung secara serentak mengucapkan kata DAMBU KABRAI.

Demikian sedikit ulasan tentang Suku Moi di Kaki Gunung Cycloops.
Semoga Bermanfaat .
Tao’op !

Foto Pustaka Anak Papua.