Paskalis Kossay: Dana Desa Tidak Hitung Kemampuan Sumber Daya

Paskalis Kossay: Dana Desa Tidak Hitung Kemampuan Sumber Day
Ilustrasi - IST
Ilustrasi – IST

Jayapura, Jubi – Mantan Anggota DPR asal Papua, Paskalis Kossay, menganggap pemerintah pusat maupun daerah tidak konsisten mengembangkan potensi sumber daya manusia dan pembinaan kearifan lokal yang sejalan dengan kelestarian alam melalui dana desa.

Di dalam seminar Rakernas ke-VIII PMKRI di Grand Abe Hotel, Jayapura, beberapa waktu lalu, dia mengritik program  pemanfaatan potensi SDM dan kearifan lokal masyarakat yang dicanangkan pemerintah pusat dan provinsi sebagai sesuatu yang kerap terhenti, tidak dijalankan dengan baik, dan tidak membekali masyarakat lokal dengan pelatihan sumber daya. Kebijakan Dana Desa menurut dia adalah salah satu contohnya.

Untuk dapat memanfaatkan dana tersebut secara baik, dia mengatakan, “aparat desa seharusnya memiliki pengetahuan lebih, khususnya baca dan tulis, sehingga mereka mampu melatih, mendidik, mengajarkan masyarakat lokal di desa masing-masing bagaimana cara  mengelola uang dengan baik, dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada untuk membuat usaha yang mendatangkan hasil,” tutur Kossay.

Pengangkatan aparat kampung (desa) yang sewenang-wenang oleh para bupati, atau tanpa pendidikan yang jelas, dapat berakibat fatal dalam pengelolaan dana desa, kata dia lagi.

“Bukannya memberikan kemudahan kepada masyarakat malah membuat mereka pemalas untuk bekerja”, tegasnya.

Dia berharap ada langkah-langkah yang pasti dilakukan untuk mengurus orang-orang di kampung melalui sosialisasi yang baik tentang kebijakan yang dibuat pemerintah, sehingga mereka juga mampu mempertanggungjawabkan hasilnya.

Sementara itu, Kristina Hubi, perwakilan PMKRI cabang Wamena, mengatakan bahwa pemberian uang dan beras kepada masyarakat Jayawijaya di tiap kampung bukannya memajukan ekonomi lokal masyarakat melainkan membuat mereka pemalas bekerja, hanya mengharapkan bantuan dari Pemda Jayawijaya.

“Masyarakat sudah dimanjakan dengan uang miskin atau uang BBM serta beras raskin yang diberikan kepada mereka. Banyak kebun-kebun tidak diperhatikan lagi dan digarap baik, kadang rumput sudah tinggi masyarakat mulai menghabiskan waktu di kota ketimbang di kampung untuk berkebun,” ujar Kristina kesal.(*)

Iklan

Penulis: Bennyw10

I am a man who likes adventure and independence, wants to share information and the internet business

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s