75,92 Persen Kampung di Papua Belum Terlistrifikasi

Foto - Kunjungan kerja Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe ke distrik Abenaho Kabupaten Yalimo
Foto – Kunjungan kerja Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe ke distrik Abenaho Kabupaten Yalimo

JAYAPURA  – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral , Bangun Manurung mengatakan 75,92 persen kampung di Provinsi Papua belum terlistrikfikasi.

“Dari total 5419 kampung yang ada di Papua, 4114 kampung atau 75,92 persen belum terlistrifikasi,” katanya kepada Wartawan di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, Rabu (24/8).

Sementara, kampung yang telah terlistrifikasi baru sekitar 1.305 kampung. Ia mengaku, dengan banyaknya kampung yang belum terlistrifikasi tersebut, dikhawatirkan banyak kampung di Papua tidak mempunyai listrik semua,” katanya

Lebih lanjut dikatakan, untuk Provinsi Papua telah ada kebijakan alokasi anggaran untuk insfrastruktur lainnya seperti jalan,jembatan, perhubungan dan bandara.Seharusnya, alokasi tersebut juga diberlakukan untuk pembangunan listrik.

“Tidak ada kebijakan untuk pembangunan listrik. Seharunya pemerintah pusat mengalokasikan anggaran besar untuk pembangunan listrik, sebagaimana anggaran untuk pendidikan dan kesehatan yang cukup besar, untuk listrik harus ada,” jelasnya.[tis/tis]

Iklan

Tuvalu akan Miliki Tanggul Laut Tangkal Badai

Tuvalu, Jubi – Tuvalu akan memiliki tanggul laut (sea wall) sepanjang 500 meter untuk melindungi penduduk dari bahaya yang disebabkan badai tropis di Nukufetau. Proses pembangunan sea wall terpanjang di Tuvalu itu dibiayai oleh Badan Perserikatan Bangsa-bangsa untuk Pembangunan (UNDP) dan dikerjakan oleh sebuah perusahaan kontraktor asal Australia, Hall Pacific. 

Peta proyek pembangunan tanggul laut di Tuvalu/ RNZI
Peta proyek pembangunan tanggul laut di Tuvalu/ RNZI

Proyek sea wall Tuvalu tersebut akan dibangun di sepanjang pantai karang Nukufetau hingga akhir tahun ini.

UNDP memulai pembangunan sea wall ini 17 bulan setelah Tuvalu diserang badai tropis Pam yang meluluhlantakkan seluruh sea wall yang mereka miliki di pulau.

Biaya yang digelontorkan untuk membangun sea wall Tuvalu mencapai 6 juta dolar AS atau sekitar Rp 100 miliar.

Seperti dikutip dari radionz.co.nz pada Kamis (25/8/2016), Direktur Hall Pacific, Cameron Hall mengatakan ketinggian sea wall yang akan dibangun mencapai tiga meter dan bisa bertahan hingga beberapa tahun.

Badai tropis Pam yang terjadi tahun lalu menimbulkan kerusakan yang sangat berat bagi penduduk Nukufetau. Seluruh aset bangunan dan infrastruktur di sepanjang pantai hancur begitu saja karena serangan badai di wilayah yang memiliki sudut elevasi rendah itu. (*)

Ikuti Tips Ini Kalo Kamu Pengen Jadi Pacar Yang Setia.

Salah satu kriteria pacar yang diidam-idamkan semua orang adalah yang setia, siapa sih yang pengen punya pacar tukang selingkuh? Mendingan tukang emas atau tukang pulsa, bisa ngehasilin duit. Kalo tukang selingkuh, bukan menghasilkan duit tapi menghasilkan sakit hati. Hal yang pertama harus dilakukan buat ngehindarin selingkuh itu niat, niatlah untuk ngebahagiain pasangan, bukan menyakitinya. Sama seperti kejahatan, selingkuh itu terjadi juga karena ada kesempatan dan niat dari pelaku. Selain niat, ada lagi cara menghindari selingkuh, seperti:

  1. Kuatkan iman

Seperti kata pepatah “rumput tetangga terlihat lebih hijau”, tapi sehijau-hijaunya rumput ya tetep aja ujungnya layu-layu juga. makanya, jangan gampang tergoda sama cewe/cowok lain yang terlihat lebih oke. Cowok/cewek yang tampan/cantik itu banyak, tapi belum tentu bisa seperti pacar kamu.

  1. Hindari membandingkan

Nggak ada manusia yang sempurna, entah kamu, pacar kamu, atau calon selingkuhan kamu. Semuanya punya kekurangan dan kelebihannya masing-masing, satu dan yang lain nggak bisa dibandingkan. Kalo kamu ngerasa ada yang salah dan kurang dari pasangan kamu, ya dibicarakan baik-baik agar bisa diperbaiki, bukannya menutupi kekurangan itu dengan kehadiran orang lain. Pacar kamu dan calon selingkuhan kamu udah pasti beda sifat dan sikapnya, nggak adil kalo dibanding-bandingkan.

  1. Hargai pasangan

Selingkuh itu artinya kamu harus ngebohongin pasangan kamu. Bayangin deh kalo kamu berada di posisi dia, rasanya kayak apa yang udah kamu lakukan itu nggak ada artinya. Dia di sana jaga diri dan jaga hati buat kamu, masa kamu di sini seneng-seneng sama selingkuhan?

  1. Inget komitmen

Pacaran adalah sebuah perjanjian, perjanjian antara 2 pihak untuk saling menjaga dan menyayangi. Jadi, pacaran bukan cuma cowok dan cewek mesra-mesraan doang, tapi juga harus sadar kalo ada komitmen yang harus dijalani. Kalo masih pengen bebas, mending TTM-an aja.

  1. Hilangkan rasa jenuh

Buat yang pacarannya udah tahunan, rasa bosan dan jenuh udah pasti akan datang. Hubungan pasti ada naik-turunnya, tinggal gimana kamu ngilangin rasa bosan itu sendiri. Kasih kebebasan ke pasangan untuk ngelakuin apa yang dia suka, kamu pun begitu. Coba untuk cari kegiatan lain yang lebih seru, quality time itu penting.

  1. Bersyukur

Belajar bersyukur karena kamu udah punya pacar. Di luar sana, banyak jomlo-jomlo yang cuma bisa mesra-mesraan sama sabun atau ujung meja. 

  1. Ngaca

Banyakin ngaca, kalo diselingkuhin balik, gimana rasanya?

Intinya, mau selingkuh atau setia itu adalah pilihan masing-masing. Semua itu ada niat dan kesempatan. Kalo udah niat, walaupun nggak ada kesempatan juga pasti dicari-cari celahnya. Beda kalo udah niat setia, walaupun ada kesempatan dan godaan, pasti bisa dihindari. 😉

TAGS:Tips

 

 

Hiu Paus Langka Mati Tertabrak KM Labobar di Papua

Hiu Paus Langka Mati Tertabrak KM Labobar di Papua

Foto: Rivando Nay/iNews

Foto: Rivando Nay/iNews

JAYAPURA – Seekor hiu paus langka dan dilindungi, mati akibat tertabrak Kapal Motor Labobar. Diduga hiu paus tersebut tertabrak di sekitar perairan Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen saat kapal dalam perjalanan ke Jayapura.

Keberadaan hiu paus itu baru terungkap setelah KM Labobar berlabuh di perairan Jayapura. Para penumpang terkejut melihat hiu paus tersangkut di haluan depan kapal.


Hewan bernama latin rhincodon typus itu memiliki panjang kurang lebih empat meter dan kondisinya sudah mati. Ikan tersebut diperkirakan mati kurang lebih 24 jam karena badannya sudah bengkak dan membusuk.

Penanggung jawab karantina ikan pelabuhan laut Jayapura, Izaak Andrie, mengatakan, ini merupakan hiu paus yang dilindungi dan tergolong anakan.

“Kami telah berkoordinasi dengan Kapten Kapal Motor Labobar untuk membawa bangkai satwa tersebut ke laut lepas sehingga proses penguraiannya tak menimbulkan masalah,” kata Izaak, Kamis (25/8/2016).

Di Papua, warga biasa menyebut hiu paus dengan sebutan gurano bintang. Satwa ini merupakan salah satu ikan terbesar di dunia, dengan ukuran terbesar mencapai 20 meter, sedangkan ukuran terkecil 55 sentimeter. Biasanya hiu paus ini ditemui di perairan Kwatisore, Papua Barat dan sekitarnya.

(ris)

Ciri-ciri Pacar yang Gampang Ditikung

Ciri-ciri Pacar yang Gampang Ditikung 

Perjuangan seseorang ketika punya pacar sesungguhnya lebih berat daripada perjuangan seseorang untuk mendapatkan pacar. Kenapa? Karena lebih sulit mempertahankan dibanding mendapatkan. Kamu bisa aja cepet dapet pacar, dan kemungkinan untuk cepet putusnya pun besar. Banyak penyebab kandasnya hubungan seseorang, ada yang pacarannya baru seumur jagung, ada juga yang udah kayak nyicil KPR, salah satunya adalah pacar yang ditikung. Nah, lho.

Kok bisa sih pacar ditikung? Yang brengsek pasti yang nikung, udah tau pacar orang, masih dipepet aja! Eits, belom tentu! Ada juga kasus “penikungan” yang disebabkan oleh si pacar aja yang emang pengen ditikung, bahkan si penikung nggak tau kalo gebetannya itu pacar orang. Walaupun, kebanyakan sih sama-sama tau dan sama-sama mau. Kurang lebih, beginilah sifat orang-orang yang gampang ditikung:

1.    Baperan

Baru dibaikin dikit, udah baper. Baru dianterin pulang sekali, udah baper. Baru nggak sengaja ketemu di mall, udah baper. Cowok atau cewek yang baperan emang rentan jatuh cinta sama orang lain, makanya gampang ditikung.

2.    Nggak mau kehilangan fans

Pacarnya sih satu, tapi yang suka nge-chat dan ngajakin jalan banyak. Kalo orangnya santai dan menghargai pacarnya, “fans” mah nggak bakalan digubris. Tapi, ada juga orang yang nggak mau kehilangan perhatian dari lawan jenis, makanya di-maintain.

3.    Suka dipuja-puji

Selain suka diperhatiin, setiap orang pasti suka dipuji dan dipuja. Bedanya, ada orang-orang yang merasa pujian dan pujaan adalah sebuah keharusan yang bikin hidupnya lebih bahagia. Nah, orang-orang kayak gini biasanya seneng kalo ada orang yang selalu memuji dia dan memuja keberadaannya. Jadi deh, gampang ditikung. Puji dikit, meleleh.

4.    Merasa spesial

Ketika seseorang merasa punya banyak kelebihan dan layak disanjung, maka dia akan merasa mudah mendapatkan siapapun. Kalo udah gitu, gampang banget ditikungnya, karega egonya juga gede.

 

5.    Plin-plan

Sayang sih sama pacarnya, tapi, yang lagi ngedeketin kayaknya lucu juga. Orang-orang plin-plan begini gampang banget ditikung, tinggal hasut dikit, jelekkin pacarnya dikit, langsung bimbang dan galau. Huvt.

6.    Nggak serius

Kalo dalam satu hubungan salah satu pihak nggak serius, maka bakalan susah mempertahankan hubungan tersebut. Ketidakseriusan membuat seseorang mudah berpindah ke lain hati, makanya jadi gampang ditikung.

Menurut Nyunyu, salah satu kunci pacaran langgeng adalah punya rasa bersyukur. Bersyukur bisa punya pacar, bersyukur karena disayang. Kalo emang kamu ngerasa ada yang kurang sama pasangan kamu, coba diomongin baik-baik gimana caranya menutupi kekurangan tersebut, karena memang nggak ada orang yang sempurna.

 TAGS:Hubungan


Inilah Tanda-tanda Bahwa Hubungan Kamu Hanya Satu Arah

Inilah Tanda-tanda Bahwa Hubungan Kamu Hanya Satu Arah

Cinta itu bisa dirasakan oleh siapa aja, bahkan oleh mereka yang nggak pacaran sekalipun. Sedihnya, banyak juga yang udah memutuskan untuk pacaran tapi ternyata nggak punya rasa cinta sedikitpun untuk pasangannya. Entah apa alasannya, pasti ada aja orang yang tega ngebiarin orang lain mencintai dia sementara dia nggak membalas cintanya, malah menjebaknya dalam one side relationship.

Hubungan satu arah ini nggak enak banget sih, kamu nggak bakalan bisa ngerasain kebahagiaan kayak orang yang ngejalanin hubungan dua arah. Kamu nggak akan ngerasain yang namanya “saling”, yang ada cuma kamu, kamu, dan kamu yang berusaha. Masalahnya, ada yang nggak sadar kalo mereka terjebak dalam hubungan satu arah, padahal tanda-tandanya udah ada, seperti:

 

1.    Effortless

Sejak kapan sih pacaran itu yang usaha cuma satu orang? Sejak dia nggak mencintai kamu. Coba inget-inget, pernah nggak dia usaha buat kamu? Sesimpel ngeluangin waktu sebentar buat jemput kamu yang keujanan dan kesusahan dapet taksi deh. Pernah? Kalo nggak, artinya dia nggak peduli sama kamu. Boro-boro mau ngusahain kamu kalo peduli aja enggak.

 

2.    Kamu bukan prioritas

Kamu adalah nomor sekiannya, bukan nomor duanya, apalagi nomor satunya. Prioritas bagi seseorang itu penting, kalo dia adalah prioritas kamu, maka kebahagiaannya adalah yang terpenting. Nah, kalo kamu aja bukan prioritasnya, apakah dia akan berusaha ngebahagiain kamu?

Gimana sih contohnya?

Nih, misal kamu udah ada janji sama dia, eh tiba-tiba temen-temennya ngajakin ngumpul, lalu dia akan memilih ngumpul sama temen-temennya dan membatalkan janji dengan kamu. Tau kan sekarang siapa yang jadi prioritasnya?

 

3.    Nggak pernah punya rencana

Hari libur selalu kamu yang bikin plan mau ini itu, dia nggak pernah inisiatif untuk ngajak kamu ke mana gitu. Capek nggak sih? Rencana liburan aja nggak punya, apalagi rencana masa depan. Svram~

 

4.    Stressful

Hal-hal kecil sering ngeganggu kamu, kayak kamu takut salah ngomong, atau salah beli waktu dia nitip kopi. Hubungan itu nggak seharusnya bikin kamu stress, apalagi untuk hal-hal yang bisa ditoleransi.

 

5.    Give and give

Yang bener sih give and take yah, tapi berhubung cuma kamu yang sayang, jadinya ya give and give.

 

6.    Banyak alasan

Seribu alasan setiap kali ku ajak jalaaaan~

Ya kurang lebih gitu lah, dia akan banyak banget alasan buat pembenaran ketika dia melakukan kesalahan. Kamu pun seringnya akan nyari-nyari pembenaran buat dia, biar kamu nggak ngerasa dikecewain aja. Hiii~ mau sampe kapaaaan?

 

7.    Nggak pernah sharing

Manusiawi sih kalo lagi sedih terus pengen didengerin keluh kesahnya, sayangnya, kalo hubungan kamu satu arah mah boro-boro didengerin, yang ada dia terus yang akan minta didenger.

 

Sebenernya, kita seringkali tau kok kapan hubungan itu berjalan dengan baik dan kapan hubungan itu menjadi semakin memburuk. Tapi, namanya hati kadang ngalahin otak sih, alhasil jadi denial. Nyunyu cuma nyaranin, kalo kamu udah ngerasa nggak nyaman dan nggak bahagia dengan hubungan kamu, nggak ada salahnya dipikirin lagi untuk diterusin. Masa pacaran tapi nggak bahagia? Kebahagiaan itu kamu sendiri yang menentukan, bukan pacar. 😉

 

 

TAGS:Hubungan


Adelina Fitriyani

Adel adalah seorang cewek yang rajin banget bikin galau muda-mudi Indonesia di Twitternya @adelladellaide. Di Nyunyu Adel akan membahas tentang seks dan memberi pengetahuan kepada anak-anak muda. Tujuannya simpel, agar muda-mudi Indonesia paham bahwa seks itu bukan untuk dicoba-coba, tapi untuk dimengerti dan dipertanggungjawabkan. Selain pinter ngomongin seks, adel jg ngerti banget soal fashion loh

Generasi Muda Papua Dalam Ancaman Kehilangan Identitas Dari Persfektif Antropologi ‘Pace Ko Sapa’

 Generasi Muda Papua Dalam Ancaman Kehilangan Identitas Dari Persfektif Antropologi Pace Ko Sapa 18.00.00
== TAFIARO == Oleh: Selphy Emigay Yeimo *)
  Foto : Selfhy Yeimo (kanan) bersama Pdt.Dr. Beny Giyai (kiri) DALAM Antropologi menjelaskan bahwa secara universal ada tujuh unsur kebudayaan di setiap komunitas, suku/etnik, kaum, dan bangsa. Tujuh unsur kebudayaan yang dimaksudkan adalah Bahasa, kesenian, organisasi sosial, Teknologi atau peralatan hidup, religi, sistem pengetahuan dan sistem mata pencaharian hidup. Tujuh unsur kebudayaan ini tentunya tidak terlepas dari kehidupan setiap insan.
Dan ketujuh unsur ini saling berkaitan antara satu dan lainnya. Jika salah satu dari ketujuh unsur ini tidak diwariskan dari generasi satu kepada generasi berikutnya maka akan berujung pada punuhnya unsur tersebut. Penulis akan lebih menjelaskan pada salah satu unsur kebudayaan yaitu Bahasa. S
ebagaimana kita ketahui, bahasa terdiri atas kata-kata atau kumpulan kata. Masing-masing mempunyai makna, yaitu, hubungan abstrak antara kata sebagai lambang dengan objek atau konsep yang diwakili Kumpulan kata atau kosakata itu oleh ahli bahasa disusun secara alfabetis, atau menurut urutan abjad, disertai penjelasan artinya dan kemudian dibukukan menjadi sebuah kamus atau leksikon. Bahasa pada intinya adalah penunjuk atau pengenal diri atau indentitas dari pada suatu etnik atau suku.
Seseorang dapat diketahui dari mana asalnya dari apa yang diucapkannya. Kita kembali melihat Papua dengan jumlah bahasa yang tersebar disetiap etnik, di Papua terdapat 276 bahasa yang tersebar dari Sorong hingga Merauke. Begitu kompleks dan sangat beragam. Dengan adanya beragam bahasa ini membuat Papua lebih unik dan menarik untuk dipelajari, di telusi dan diteliti. Kebudayaan yang ada di Papua sesungguhnya lebih banyak masih berupa lisan yang diucapkan. Jumlah sebanyak 276 bahasa memang tidak sedikit. Dalam Tulisan ini penulis ingin menjelaskan satu masalah krusial yang mengancam Kehidupan generasi muda papua di atas tanahnya sendiri yaitu
“Masalah KEHILANGAN IDENTITAS diri sebagai bangsa Papua yang sejati”. Pertegas lagi bahwa ketika kita berbicara tentang bahasa maka kita berbicara yang berhubungan dengan Identitas yang kian menepi disenja kelabu. Menurut salah satu dosen antropologi Fisip Uncen “Bapak Hanro Lekitoo” Bahasa Di Papua yang adalah 276 bahasa 5 diantaranya sudah punah.
Daerah–daerah yang bahasanya telah punah antara lain di daerah Teluk Wondama yaitu dua bahasa, di Waropen satu bahasa, diperbatasan satu bahasa yaitu bahasa Nambla dan di daerah Kaimana satu bahasa yaitu bahasa Pitjit iha. Sementara itu menurut penelitian Jurusan antropologi angkatan 2009 Dalam PPL satu distrik Depatre, Kabupaten Jayapura, dalam seminar penelitian yang dipresentasikan bahwa secara garis besar penutur bahasa daerah di Kampung-kampung yang tersebar di Distrik ini mengalami perubahan yang sangat besar.
Hampir generasi muda di daerah ini telah meninggalkan tradisi budaya mereka salah satunya yaitu bahasa. Dalam seminar PPL Satu para mahasiswa ini menjelaskan bahwa Penutur bahasa yang ada yaitu kurang lebih diatas usia 30-40 tahun ke atas. Sementara generasi di bawah dari itu lebih banyak menggunakan bahasa nasional yaitu Bahasa Indonesia. Punahnya bahasa di beberapa daerah di atas serta situasi riil dalam kehidupan generasi muda di lapangan saat ini menunjukkan bahwa akan ada ancaman serius bagi generasi muda dalam hal kehilangan identitas di atas tanahnya sendiri.
Berikut akan dijelaskan beberapa faktor mengapa bahasa itu dapat Punah di Papua:
1. Pengaruh IPTEK dan Globalisasi Penutur bahasa di Papua punah terutama di kalangan generasi muda, karena generasi mudanya lebih menggunakan bahasa yang datang dari luar atau bahasa asing. Banyak generasi muda Papua yang beranggapan bahwa menggunakan bahasa daerahnya itu merasa dirinya kuno, kampungan, tidak gaul dan lainnya. Sehingga menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa asing lainnya.
Dan tidak menggunakan lagi bahasa daerahnya.
2. Sistem pendidikan yang diterapkan di Papua Sistem pendidikan yang diterapkan Di Papua pun sangat berpengaruh terhadap kelestarian bahasa yang adalah identitas diri sebagai Orang Papua. Ada tiga kelompok kategori pendidikan di Papua dari zaman Gereja hingga saat ini.
a. Lembaga Pendidikan Yayasan oleh Gereja. Setelah gereja masuk di tanah Papua, Gereja lebih dahulu mempelajari budaya, adat istiadat, kebiasaan, dan filosofi hidup masyarakat Papua sehari-hari. Setelah para misionaris mempelajari semua itu, kemudian orang asli setempat dikaderkan untuk membantu mereka.
Sebagian dikaderkan menjadi guru buta huruf, perawat, tukang kebun, nelayan, bertani, tukang bangunan, juru masak, penjahit dan lainnya. Dan Alkitab yang adalah Kitab Suci kaum nasrani diterjemahkan kedalam bahasa masyarakat setempat. Sehingga mencapai tujuan utama dari penginjilan. Sistem yang dipakai lembaga-lembaga pendidikan berbasis Yayasan seperti YPK, YPPK, YPPGI, dan Advent adalah memproteksi nilai-nilai budaya bangsa Papua, “Memanusikan manusia Papua dalam ke-Papua-an.” Tenaga pengajar yang bertugas di kampung- kampung kebanyakan mengajar dengan pengabdian tinggi. Sehingga identitas diri dari bangsa Papua dapat dilestarikan dari generasi tua kepada generasi muda.
b. Pendidikan di masa Pendudukan Belanda Pendidikan di masa pendudukan Pemerintah Belanda secara nyata dimulai sejak 1960-an. Pendidikan di masa ini dikenal dengan istilah Papuanisering atau Papuanisasi di segala bidang sebagai langkah mempersiapkan orang–orang Papua yang akan menduduki dan mengisi kemerdekaan. Seperti pendirian Sekolah Pamong Praja di lembah Makanwai – Kota NICA dan kini dirubah Pemerintah RI menjadi Kampung Harapan. Sekolah Pelayaran Di Hamadi. Sekolah Teknik di Kotaraja luar, kini SMK N 3. Pemerintah Belanda mengaderkan orang Papua menjadi juru masak, juru ketik, mekanik, perawat, ahli bangunan, pamong praja, mengkaderkan orang Papua dalam bidang politik, membantu dan mempersilakahkan orang Papua mendirikan partai politik dan sebagainya. Sehingga orang Papua benar-benar diberdayakan. Dan kebudayaan mereka pun dapat terlestarikan.
c. Pendidikan di masa Pendudukan Pemerintah Republik Indonesia. Setelah menduduki tanah sejak 1 Mei 1963, Pemerintah Indonesia melakukan penghancuran dan membunuh sistem pendidikan yang dijalankan oleh lembaga gereja dan pemerintah Belanda. Sistem pendidikan dari tingkat Sekolah Dasar (SD) –Perguruan Tinggi (PT) pendidikan yang membunuh indentitas ke-Papua–an dan menggantinya dengan Ke-Indonesia-an. Contoh kasus Sekolah–sekolah yang bestatus YPK, YPPK, YPPGI, Advent dan banyak yang dirubah menjadi Negeri, atau paling tidak kurikulum bersifat sentralistik, yaitu Jawanisme. Setelah sekolah–sekolah ini dirubah kenegri/Inpres maka kurilum yang digunakan dalam bahan ajar pun dirubah. Yang sebelunya masih menggunakan kearipan lokal menjadi namun pelajaran yang diberikan antara lain, Pendidikan Moral Pancasila (PMP), Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan ( PPKN), Pancasila, UUD 1945. Mata pelajaran ini diajarkan secara terus menerus. Diajarkan sejarah-sejarah yang terjadi di Pulau Jawa. Mengapa dikatan Jawanisasi?
Mari simak sontoh sederhana berikut ini “ Ini ibu Budi….. Ini Bapa Budi….. Wati kakak Budi…. Budi Pergi ke sawah……….. Sawah Budi Itu Subur…. dan sebagainya yang sama sekali asing dan tidak pernah terbayang di dalam benak dan pikiran Bangsa Papua. Di Papua tidak ada sawah, jarang ada nama Budi, Wati dan lain – lainnya. d. Kurangnya Pendidikan Orang Tua Dalam Mewariskan Bahasa kepada Anak- anak (Generasi selanjutnya). Pendidikan paling mendasar ada didalam keluarga. Keluarga adalah komunitas terkecil dari masyarakat.
Pendidikan dasar diperoleh di dalam keluarga. Biasanya apa yang diterapkan atau ditanamkan dirumah seperti itulah karakter seorang anak terbentuk. Kembali kepada punahnya bahasa di kalangan generasi mudah Di Papua. Terkadang dalam hal pewarisan bahasa di lupakan, para orang tua lebih memilih menggunakan bahasa sehari-hari dalam rumah dengan bahasa Indonesia sedangkan bahasa daerahnya tidak.
Hal inilah yang mempengaruhi generasi selanjutnya tidak dapat menuturkan lagi bahasa yang adalah indentitas diri itu. Dalam hal ini juga terjadi karena faktor orang tua yang melakukan perkawinan campur. Sehingga bahasa kedua orang tua tidak digunakan dalam percakapan sehari-hari. Akhir dari tulisan saya, bahwa penggunaan bahasa daerah sangat penting sekali karena dengan bahasa maka indentitas kita akan dikenal. Satu unsur dari kebudayaan ini sangat penting sekali bagi kehidupan suatu suku bangsa. Jika satu unsur kebudayaan ini tidak digunakan lagi maka akan mempengaruhi unsur kebudayaan lainnya. Ada beberapa hal yang musti dilakukan oleh generasi muda Papua, orang tua dan juga pemerintah agar bahasa daerah itu dapat terjaga dan terlestarikan:
1. Orang tua sebagai guru utama dalam masa tumbuh kembang anak-anak nya setidaknya dapat mengajarkan bahasa daerah. Jika bisa terapkan aturan rumah dengan memajang slogan di depan rumah “RUMAH INI WAJIB BAHASA BIAK“ jika etnik Biak begitu pula dengan keluarga etnik lainnya.
2. Saran bagi para orang tua yang melakukan perkawinan campur dengan etnik yang berbedah maka ajarilah kedua bahasa baik itu bahasa ayah dan ibu sekaligus.
3. Bagi generasi muda, pengaruhi globalisasi itu harus terjadi sesuai dengan perkembangan zaman namun tidak menuntutp kemungkinan kita menggunakan bahasa asing lalu meninggalkan bahasa etnik kita. Dengan anggapan yang dangkal (misalnya; kuno, kampungan, ketinggalan zaman, tidak gaul dan lain –lainnya). 4. Bagi pemerintah pusat, provinsi dan kota/kabupaten ingatlah bahasa adalah pemberian Tuhan dan harus dilestarikan. Jik bisa bahasa di masukan didalam kurikulum pelajaran di TK, PAUD, SD dan seterusnya di Papua. (*) Catatan; Seblumnya Tulisan ini pernah dmuat di http://www.suluhpapua.com. Penulis adalah Alumna Antropologi Fisip-Uncen Jayapura*)

Make Money Online : http://ow.ly/KNICZ