LP3BH Minta Pemerintah Indonesia Buka Kasus Pembunuhan Arnold Ap

Oleh : Arnold Belau | Jumat, 29 April 2016 – 13.20 WIB | Dibaca : 2449 kali

LP3BH Minta Pemerintah Indonesia Buka Kasus Pembunuhan Arnold Ap

Arnold Clemens Ap, Musisi dan Antropolog Papua yang dibunuh Indonesia pada 26 April 1984. (Foto: Ist)
JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Papua Barat, Yan Christian Warinussy meminta pemerintah Indonesia untuk buka kembali kasus pembunuhan Arnold Clemens Ap, musisi dan antropolog Papua.

Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Pendokumentasian Kasus Pelanggaran HAM Berat di Papua Dinilai Negara Cari Muka di Mata Internasional
Jokowi Diminta Menindak Kapolri dan Kapolda Papua
KontraS Jakarta Gelar Diskusi Potensi Konflik di Papua
Mahasiswa dan Pemuda Gereja Kingmi Protes Upaya Kriminalisasi Umat Tuhan

“Saya mendesak pemerintah Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi agar segera buka kembali dan mendorong Komnas HAM sebagai lembaga yang berkompeten untuk mengusut dan menyelesaikan kasus kematian Arnold Clemens Ap yang diduga keras merupakan sebuah kasus pelanggaran HAM berat berdasarkan ketentuan pasal 9 huruf a (pembunuhan) dan huruf f (penyiksaan) dari UU Nomor 26/2000 tentang Pengadilan HAM,” ungkap Warinussy kepada suarapapua.com  dalam surat elektroniknya, Jumat (29/4/2016).
Menurut Warinussy, presiden harus memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk memberikan akses yang seluas mungkin bagi Komnas HAM untuk menyelidiki dan mengumpulkan segenap bukti yang ada, guna mengungkapkan dugaan pelanggaran HAM Berat pada kasus kematian Arnold C. Ap pada 26 April 1984 tersebut secara hukum.
“Mau tidak mau pembunuhan terhadap Arnold Ap merupakan kasus pelanggaran HAM berat. Pemerintah harus berani untuk buka kembali kasusnya,” tegas peraih penghargaan Internasional di Bidang Hak Asasi Manusia (HAM) “John Humhprey Freedom Award” Tahun 2005 dari Kanada ini.
Musisi legendaris tradisional Papua, Arnold C. Ap, BA dibunuh pada 26 April 1984. Ia ditemukan tewas dan diduga keras dianiaya, bahkan dibunuh secara kilat oleh sekelompok aparat keamanan di pantai Base-G Jayapura, Papua.
Sebelumnya dia bersama rekan-rekannya sedang menjalani status sebagai tahanan di Markas Polda Papua di Jalan Koti, APO Jayapura karena sesuatu tuduhan hukum. Tetapi entah bagaimana caranya Arnold Ap yang juga saat itu sebagai Kurator Museum Antropologi Universitas Cenderawasih, Abepura, Jayapura bisa dibawa keluar dari ruang tahanan hingga menemui ajalnya di Pantai Base-G tersebut.
Di tubuhnya kala itu terdapat beberapa luka yang diduga keras bekas penganiayaan dan bekas tembakan senjata api, Ap tewas bersimbah darah dan ditemukan di Pantai Base-G, kemudian jenazahnya sempat dilarikan ke Rumah Sakit TNI AD Aryoko, Kloofkamp, Jayapura, untuk dibersihkan dan kemudian diantar untuk disemayamkan di rumah kediamannya di depan Kampus Uncen, Abepura, Jayapura.
Kuburan Ap ada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Abepura dan bekas rumahnya sebuah kingstreen (rumah dari seng aluminium tebal buatan Jerman) di tepi Jalan Raya Abepura-Padang Bulan hingga saat ini.

ARNOLD BELAU

Iklan

Penulis: Bennyw10

I am a man who likes adventure and independence, wants to share information and the internet business

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s