Kearifan Lokal Jadi Kunci Sukses Raja Ampat

Kearifan Lokal Jadi Kunci Sukses Raja Ampat

keindahan alam di pulau Raja Ampat Papua (foto: Utami/Google)

MANOKWARI – Kearifan dan budaya masyarakat lokal dalam menjaga alam, dinilai sebagai kunci suksesnya Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, dalam pengembangan potensi pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, Edi Sumarwanto, di Manokwari mengatakan, sejak lama masyarakat, memiliki kearifan dan budaya yang baik dalam menjaga laut dan pulau-pulau di daerah itu.

Menurut dia, keindahan dan keunikan alam serta budaya masyarakat itu, tanpa disadari, menjadi daya tarik wisata, yang tidak dapat ditemukan di daerah lain.

“Kita bersyukur, Raja Ampat ini dianugerahi Tuhan dengan alam yang begitu indah. Kita pun bersyukur, masyarakat memiliki budaya yang arif dan bijaksana dalam menjaga lingkungan,” kata dia, Selasa (5/1/2016).

Ia menyebutkan, masyarakat di Raja Ampat tidak diperhadapkan dengan modernisasi secara tiba-tiba yang membuat mereka bersifat arogan serta cenderung mengabaikan budaya masyarakat dan merusak lingkungan.

Untuk itu, lanjutnya, pemerintah daerah sangat berhati-hati dalam mengembangkan pariwisata di daerah ratusan pulau itu.

“Kearifan itu kita wujudkan dengan membuat perencanaan pembangunan destinasi pariwisata Raja Ampat, dengan cara yang arif pula. Hal itu kita lakukan, semata-mata untuk menjaga agar alam Kepulauan Raja Ampat tetap menarik,” ujarnya.

Pemerintah daerah, kata dia, tidak ingin mengubah Raja Ampat secara tiba-tiba, sebab, kebijakan pembangunan di daerah itu harus ramah terhadap lingkungan.

Untuk mewujudkan konsep pembangunan tersebut, pemerintah provinsi, menurutnya, telah mendorong pemerintah kabupaten setempat, agar menyusun master plan atau rencana induk pembangunan pariwisata.

“Hal itu sudah dilakukan pada tahun 2014 lalu, master plan sudah tersusun. Disitu ada arahan-arahan pembangunan Raja Ampat yang berorientasi pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Ke depan, lanjut Edi, pariwisata Raja Ampat akan dikembangan melalui konsep kawasan. Beberapa kawasan kepulauan di daerah itu akan dikembangkan berdasarkan keunikan masing-masing.

“Saat ini, biaya pariwisata ke daerah itu masih mahal, karena akses transporasi masih susah, dengan jarak yang begitu jauh karena seluruh wilayah harus diakses melalui perjalanan laut, dengan ketersediaan bahan bakar yang tidak stabil,” kata dia lagi.

Saat ini, lanjutnya, sistem jaringan operasional pariwisata Raja Ampat hanya terpusat di Waisai yang merupakan ibukota kabupaten dan pusat pemerintahan.

Untuk mengurangi biaya operasional, jarak tempuh perjalanan, pengembangan kawasan strategis harus dilakukan.

“Nanti, pulau Misol, Wayak, dan Aikon, akan dikembangkan sendiri, begitu pun pulau dan kawasan lain. Pembangunan akan merata di seluruh kawasan di daerah itu,” ujarnya. (ant)

Iklan

Penulis: Bennyw10

I am a man who likes adventure and independence, wants to share information and the internet business

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s